Moell.co.id – Jam dua pagi, si kecil menangis kencang, kaki ditarik-tarik ke perut, punggung melengkung, dan Bunda sudah gendong ke sana kemari tapi tangisnya nggak reda-reda juga. Setelah dicek, perutnya keras dan agak kembung. Kalau situasi ini terasa familiar, tenang, Bunda nggak sendirian. Perut kembung adalah salah satu penyebab paling umum bayi rewel, terutama di bulan-bulan pertama. Kabar baiknya, ada teknik pijat sederhana yang bisa Bunda lakukan sendiri di rumah untuk membantu mengeluarkan gas yang terjebak dan bikin si kecil lebih nyaman. Yuk, simak panduan lengkapnya.
Kenapa Bayi Gampang Kembung?
Perut kembung pada bayi sebenarnya sangat wajar, bukan tanda ada yang salah dengan Bunda atau si kecil. Ini beberapa penyebab utamanya:
- Sistem pencernaan yang belum matang: usus bayi baru lahir masih “belajar” bekerja, jadi proses mencerna susu dan memindahkan gas belum se-efisien anak yang lebih besar.
- Menelan udara saat menyusu: baik menyusu langsung maupun dari botol, bayi bisa ikut menelan udara, apalagi kalau pelekatannya kurang pas atau dot terlalu longgar.
- Menelan udara saat menangis: ini yang sering jadi lingkaran setan, bayi kembung jadi rewel, makin rewel makin banyak menangis, makin banyak menangis makin banyak udara yang tertelan.
- Fermentasi di usus besar: sisa susu yang belum sepenuhnya tercerna bisa difermentasi oleh bakteri baik di usus, menghasilkan gas ekstra.
Ciri-Ciri Bayi Sedang Kembung
Sebelum langsung pijat, ada baiknya Bunda pastikan dulu apakah rewelnya memang karena kembung. Beberapa tanda yang biasa muncul:
- Menarik atau menekuk kaki ke arah perut, seolah mencoba mendorong sesuatu keluar.
- Perut terasa keras atau tampak sedikit membuncit saat disentuh lembut.
- Rewel atau menangis setelah menyusu, bukan karena lapar atau ngantuk.
- Sering kentut atau bersendawa, tapi tetap terlihat tidak nyaman.
- Melengkungkan punggung atau wajahnya memerah seperti sedang mengejan.
Kalau beberapa tanda ini muncul bersamaan, besar kemungkinan si kecil memang sedang kembung, dan pijatan lembut bisa jadi solusi pertama yang Bunda coba.
Waktu Terbaik untuk Memijat Perut Kembung
Timing itu penting banget, lho, Bunda. Pijat yang dilakukan di waktu yang salah justru bisa bikin bayi tidak nyaman atau bahkan muntah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Tunggu sekitar 45 menit setelah menyusu sebelum memijat, supaya susu di perutnya sudah agak turun dan tidak memicu gumoh.
- Hindari memijat tepat sebelum atau sesudah makan besar, pilih waktu di antara dua sesi menyusu.
- Pilih saat bayi tenang tapi terjaga, bukan saat sedang menangis kencang atau justru mengantuk berat.
- Pastikan ruangan hangat dan nyaman, tanpa angin langsung, supaya bayi tidak kedinginan saat pakaiannya dibuka.
- Waktu favorit banyak Bunda adalah setelah mandi sore atau sebelum tidur malam, karena bayi biasanya lebih rileks.
Teknik Pijat untuk Meredakan Perut Kembung
Sebelum mulai, pastikan tangan Bunda hangat dan kuku tidak panjang. Oleskan sedikit lotion atau minyak agar tangan meluncur lembut tanpa menarik kulit bayi yang masih sensitif.
1. Pijat I Love You (ILU)
Ini teknik favorit banyak bidan dan terapis anak karena mengikuti alur usus besar bayi, jadi benar-benar membantu mendorong gas dan sisa pencernaan bergerak ke arah yang tepat.
- “I”: usap lembut dari bagian atas perut kiri bayi lurus ke bawah, seperti menulis huruf I.
- “L”: gosok dari perut kanan atas ke kiri atas, lalu turun ke perut kiri bawah, membentuk huruf L terbalik.
- “U”: mulai dari perut kanan bawah, melingkar ke atas, melintasi perut, lalu turun ke sisi kiri bawah, membentuk huruf U terbalik.
- Ulangi 8-10 kali dengan tekanan lembut namun mantap, sambil tetap memperhatikan reaksi si kecil.
2. Pijatan Melingkar Searah Jarum Jam
Teknik ini paling sederhana dan bisa jadi pemanasan sebelum ILU. Letakkan telapak tangan di pusar bayi, lalu buat gerakan memutar searah jarum jam mengelilingi perut. Arah ini penting karena mengikuti jalur usus besar, dari kanan bawah, naik ke atas, menyeberang, lalu turun ke kiri, sehingga gas terdorong ke arah yang benar untuk keluar.
3. Gerakan Mengayuh Sepeda (Bicycle Legs)
- Posisikan bayi telentang, pegang kedua pergelangan kakinya dengan lembut.
- Gerakkan kaki bergantian seperti mengayuh sepeda, maju dan mundur perlahan.
- Lakukan selama 1-2 menit, gerakan ini merangsang usus untuk bergerak dan membantu gas keluar lebih mudah.
4. Menekuk Lutut ke Perut (Knee-to-Chest)
- Pegang kedua betis bayi di dekat lutut.
- Tekuk perlahan kedua kaki ke arah perut hingga lutut mendekati dada.
- Tahan 3-5 detik, lalu lepaskan perlahan.
- Ulangi 3-5 kali, gerakan ini memberi sedikit tekanan lembut pada perut yang membantu mendorong gas keluar.
Pilih Media Pijat yang Tepat
Selain teknik, media yang dipakai untuk memijat juga berpengaruh. Kulit bayi jauh lebih tipis dan sensitif dibanding kulit orang dewasa, jadi hindari produk dengan pewangi keras atau bahan yang berpotensi mengiritasi. Banyak Bunda memilih Moell Calming Rub untuk sesi pijat kembung karena teksturnya nyaman dipakai memijat dan cocok untuk momen menenangkan sebelum tidur. Kalau Bunda ingin sekaligus melembapkan kulit si kecil di luar sesi pijat perut, Moell Body Lotion juga bisa jadi pilihan sehari-hari karena formulanya microbiome-friendly dan bebas SLS, jadi lebih ramah untuk kulit bayi yang masih membangun keseimbangan mikrobiomnya sendiri.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Memijat
- Jangan memijat dengan tekanan kuat, cukup usapan lembut, perut bayi bukan area yang perlu ditekan keras.
- Jangan memaksa kalau bayi menangis lebih kencang atau tampak menolak saat disentuh.
- Hindari memijat tepat setelah menyusu karena berisiko membuat bayi gumoh atau muntah.
- Jangan lanjutkan jika ada ruam, luka, atau kemerahan di area perut bayi.
- Hentikan bila bayi muntah berulang atau perutnya terasa sangat keras dan membuncit, ini saatnya konsultasi ke dokter, bukan dipijat sendiri.
Kapan Kembung Perlu Diwaspadai?
Sebagian besar kembung pada bayi memang normal dan bisa diatasi di rumah. Tapi ada kalanya kembung menandakan sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter anak. Segera bawa si kecil ke dokter jika kembung disertai:
- Demam, terutama jika suhu tubuh bayi cukup tinggi dan tidak kunjung turun.
- Muntah berulang, apalagi jika warnanya kehijauan atau bercampur darah.
- Darah atau lendir pada tinja, ini bukan hal yang boleh ditunggu-tunggu.
- Berat badan tidak naik atau justru turun, bisa jadi tanda ada masalah penyerapan nutrisi.
- Menangis terus-menerus tanpa henti dan tidak bisa ditenangkan dengan cara apa pun, termasuk pijatan.
- Perut sangat keras, membuncit, dan bayi menolak disentuh di area perut.
- Menolak menyusu atau makan dalam waktu yang cukup lama.
Kalau salah satu tanda di atas muncul, pijatan bukan lagi solusi pertama, segera hubungi dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk gambaran lebih luas soal tumbuh kembang dan kesehatan si kecil di lima tahun pertama, Bunda juga bisa membaca panduan lengkap kesehatan anak usia 0-5 tahun ini.
Tanya Jawab Seputar Pijat Perut kembung bayi
Berapa lama efek pijat perut kembung biasanya terasa?
Sebagian bayi menunjukkan reaksi cukup cepat, seperti kentut atau sendawa dalam beberapa menit setelah dipijat. Tapi untuk kembung yang lebih menetap, mungkin perlu dilakukan rutin 1-2 kali sehari selama beberapa hari agar hasilnya lebih terasa.
Apakah boleh memijat bayi baru lahir yang masih punya tali pusat?
Boleh, asal Bunda menghindari tekanan langsung di area tali pusat. Pijatan lembut di sekitar perut masih aman dilakukan, tapi kalau ragu, tanyakan dulu ke bidan atau dokter anak saat kontrol rutin.
Pijat perut kembung sebaiknya berapa kali sehari?
Umumnya cukup 1-2 kali sehari, misalnya setelah mandi sore dan sebelum tidur malam. Tidak perlu berlebihan, yang penting konsisten dan dilakukan dengan lembut.
Bolehkah pijat kembung dilakukan bersamaan dengan Pijat bayi untuk bonding?
Tentu boleh. Gerakan seperti ILU dan pijatan melingkar ini bisa Bunda selipkan di sesi pijat bayi rutin, sekaligus jadi momen bonding yang menenangkan. Kalau Bunda ingin tahu lebih banyak soal manfaat pijat bayi secara umum untuk kedekatan dan tumbuh kembang, ini bisa jadi bacaan pelengkap yang bagus.
Apakah minyak telon aman dipakai untuk pijat kembung?
Minyak telon dengan sensasi hangat memang cukup populer dan umumnya aman, tapi pastikan Bunda memilih produk yang formulanya lembut dan sesuai untuk kulit bayi, lalu perhatikan reaksi kulitnya setelah pemakaian pertama.
Perut kembung memang bikin malam-malam terasa lebih panjang, tapi dengan beberapa gerakan sederhana ini, Bunda punya cara nyata untuk membantu si kecil merasa lebih lega, bukan cuma menunggu sambil cemas. Jadikan pijatan ini sebagai salah satu “alat” andalan di tas perlengkapan bayi Bunda, siap dipakai kapan pun si kecil rewel karena gas yang terjebak. Dan kalau Bunda sedang menyiapkan kebutuhan dari masa kehamilan hingga menyusui, jangan lewatkan juga panduan singkat ibu hamil dan menyusui untuk persiapan yang lebih lengkap.
Ingin memberikan perawatan kulit terbaik untuk si kecil? Coba Moell Body Lotion dan Moell Body Wash yang microbiome-friendly dan bebas SLS.







