Moell.co.id – Pernah kepikiran punya waktu khusus tiap hari yang cuma milik Bunda dan si kecil, tanpa gadget, tanpa buru-buru, cuma sentuhan dan tatapan mata? Moell.co.id/tag/infant-massage/" class="auto-tag-link">Infant massage atau Pijat bayi bisa jadi jawabannya. Bukan cuma soal bikin badan bayi rileks, ritual singkat 10-15 menit ini juga jadi cara Bunda “ngobrol” sama bayi lewat sentuhan, sekaligus momen bonding yang susah ditandingi aktivitas lain. Yuk, kita bahas manfaatnya, kapan waktu yang pas, sampai teknik dasar yang aman dicoba di rumah.
Apa Itu Infant Massage dan Kenapa Layak Dicoba
Infant massage adalah pijatan lembut yang dilakukan orang tua ke seluruh tubuh bayi, mulai dari kaki, tangan, sampai punggung, dengan gerakan mengusap dan sedikit tekanan yang sangat ringan. Berbeda dari pijat orang dewasa yang fokus melemaskan otot tegang, pijat bayi lebih ke arah stimulasi sentuhan yang menenangkan sistem saraf bayi yang masih berkembang. Karena itu, infant massage cocok dilakukan rutin sebagai bagian dari rutinitas harian, bukan cuma saat bayi rewel atau susah tidur.
Manfaat Pijat Bayi untuk Bonding dan Tumbuh Kembang
Sentuhan kulit ke kulit saat memijat memicu pelepasan hormon oksitosin, si “hormon cinta” yang bikin Bunda dan bayi sama-sama merasa lebih dekat dan tenang. Tapi manfaatnya nggak berhenti di situ saja.
- Mempererat bonding: Kontak mata, suara Bunda, dan sentuhan lembut selama pijat jadi komunikasi non-verbal yang memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi.
- Membantu tidur lebih nyenyak: Pijatan rutin merangsang produksi melatonin dan serotonin, hormon yang bikin bayi lebih rileks sehingga tidurnya lebih pulas dan nggak gampang terbangun.
- Melancarkan sirkulasi darah: Gerakan mengusap dari ujung kaki ke tubuh membantu aliran darah bayi bekerja lebih optimal.
- Menenangkan bayi yang rewel: Sentuhan lembut membantu menurunkan hormon stres kortisol, jadi bayi yang tadinya fussy bisa lebih tenang setelah dipijat.
- Melatih kepekaan Bunda terhadap bahasa tubuh bayi: Semakin sering memijat, Bunda jadi makin paham sinyal-sinyal bayi, kapan dia nyaman, kapan dia butuh jeda.
Selain manfaat di atas, banyak juga yang bilang pijat bayi membantu meredakan kembung. Betul, tapi untuk urusan perut kembung atau kolik, ada teknik pijatan perut khusus yang sedikit berbeda dari pijat relaksasi biasa ini. Kita akan bahas itu di artikel terpisah, jadi fokus kita sekarang lebih ke pijat relaksasi menyeluruh untuk bonding dan kenyamanan bayi sehari-hari.
Kapan Waktu Terbaik untuk Memijat Bayi
Waktu ternyata cukup menentukan seberapa nyaman bayi menerima pijatan. Beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan:
- Jangan langsung setelah menyusu atau makan: Beri jeda minimal 30-45 menit setelah bayi minum ASI atau susu formula, supaya perutnya nggak begah atau gumoh saat dipijat.
- Pilih saat bayi terjaga tapi tenang: Momen terbaik biasanya setelah mandi sore atau menjelang tidur malam, saat bayi rileks tapi belum mengantuk berat.
- Hindari saat bayi lapar atau mengantuk: Kalau bayi menunjukkan tanda lapar atau ngantuk, tunda dulu sesi pijatnya, hasilnya nggak akan maksimal kalau bayi nggak nyaman dari awal.
- Jadikan bagian dari rutinitas mandi: Banyak Bunda menggabungkan pijat sebagai penutup dari rutinitas mandi bayi dan balita, jadi urutannya mandi, keringkan badan, lalu pijat sebelum pakai baju tidur.
Persiapan Sebelum Mulai Memijat
Nggak perlu ribet, tapi ada beberapa hal kecil yang bikin sesi pijat lebih nyaman buat Bunda dan bayi.
- Cuci tangan dan lepas aksesori: Pastikan tangan Bunda bersih, kuku nggak panjang, dan lepas cincin atau gelang yang bisa menggores kulit bayi.
- Siapkan ruangan hangat: Pilih ruangan tanpa angin langsung, suhu nyaman, karena bayi akan telanjang atau minim pakaian selama dipijat.
- Alas empuk: Gunakan handuk atau perlak lembut sebagai alas, jaga-jaga kalau bayi pipis atau gumoh di tengah sesi.
- Produk pijat yang aman: Tuang lotion atau minyak secukupnya di telapak tangan, gosok sampai hangat, baru sentuhkan ke kulit bayi. Jangan tuang langsung ke badan bayi karena suhunya bisa terasa dingin dan mengagetkan.
Teknik Dasar Pijat Bayi per Bagian Tubuh
Prinsip utamanya: tekanan lembut, gerakan pasti, dan selalu perhatikan reaksi bayi. Kalau bayi menangis atau menegang, hentikan dan coba lagi lain waktu.
Kaki dan Tungkai
Mulai dari sini karena area kaki dianggap paling tidak sensitif, cocok untuk “perkenalan” di awal sesi.
- Usapan panjang: Pegang salah satu kaki bayi, usap lembut dari paha turun ke pergelangan kaki seperti gerakan memerah susu, lakukan bergantian di kedua kaki.
- Pijat telapak kaki: Gunakan ibu jari untuk mengusap telapak kaki bayi dengan gerakan memutar kecil.
- Putar pergelangan kaki: Pegang kaki bayi dan putar pergelangannya perlahan searah jarum jam, lalu sebaliknya.
Tangan dan Lengan
- Usapan dari bahu ke pergelangan: Sama seperti kaki, usap lengan bayi dari bahu turun ke pergelangan tangan dengan gerakan lembut.
- Buka telapak tangan: Bayi sering mengepal, usap perlahan dari pergelangan ke ujung jari supaya telapaknya terbuka.
- Pijat jari satu per satu: Elus tiap jari bayi dengan gerakan memutar kecil menggunakan ujung jari Bunda.
Punggung
- Posisikan bayi tengkurap: Baringkan bayi tengkurap di pangkuan atau alas, pastikan kepalanya menoleh ke samping supaya napasnya lega.
- Usapan naik-turun: Gunakan kedua telapak tangan untuk mengusap dari leher turun ke bokong, bergantian kanan-kiri dengan gerakan seperti mengayuh.
- Gerakan memutar kecil: Pijat lembut di sekitar tulang belikat dengan ujung jari, hindari tulang belakang langsung.
Wajah
- Usap dahi: Gunakan kedua ibu jari, usap dari tengah dahi ke arah pelipis seperti gerakan menyetrika kertas.
- Usap sekitar pipi dan rahang: Pijat lembut dari hidung ke arah pipi, lalu dari dagu ke telinga, gerakan ini juga membantu meredakan tegang di area rahang bayi.
Untuk area perut, sebetulnya ada urutan gerakan tersendiri yang lebih spesifik membantu meredakan kembung atau gas berlebih, jadi kalau tujuan utama Bunda memang meredakan kembung, ada baiknya pelajari teknik pijat perut secara khusus, bukan sekadar mengikuti urutan pijat relaksasi umum seperti ini.
Memilih Minyak atau Lotion yang Tepat untuk Pijat Bayi
Produk yang dipakai buat memijat sama pentingnya dengan tekniknya. Kulit bayi jauh lebih tipis dan sensitif dibanding kulit orang dewasa, jadi pastikan Bunda memilih produk yang formulanya lembut, bebas SLS, dan ramah untuk Skin Barrier yang belum sempurna. Kalau bingung memilih, coba baca dulu panduan lengkap soal lotion bayi untuk kulit sensitif supaya Bunda tahu bahan apa saja yang perlu dihindari.
Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah Moell Body Lotion, teksturnya ringan dan mudah meresap sehingga nggak lengket saat dipakai memijat, cocok jadi pelumas alami tangan Bunda supaya gesekan ke kulit bayi lebih halus. Kalau Bunda ingin sesi pijat terasa lebih menenangkan, bisa juga menambahkan beberapa tetes Moell Calmme Natural Essential Oil sebelum memijat malam hari, aromanya membantu menciptakan suasana rileks menjelang tidur. Sementara untuk sesi pijat pagi atau siang hari yang bertujuan bikin bayi lebih segar dan aktif, Moell Fitme Natural Essential Oil bisa jadi pelengkap yang pas. Apa pun produknya, pastikan formulanya microbiome-friendly supaya nggak mengganggu keseimbangan mikrobioma alami kulit bayi yang justru berperan menjaga skin barrier tetap sehat. Kalau Bunda mau paham lebih dalam soal ini, ada artikel khusus tentang cara merawat skin barrier bayi yang bisa jadi referensi tambahan.
Tips Supaya Sesi Pijat Jadi Rutinitas yang Disukai Bayi
- Ikuti sinyal bayi, bukan jadwal kaku: Kalau bayi menangis, memalingkan wajah, atau badannya menegang, itu tandanya dia belum nyaman, hentikan dulu dan coba lain waktu.
- Konsisten tapi santai: Nggak perlu tiap hari sempurna, yang penting rutin, misalnya 3-4 kali seminggu, supaya bayi mengenali pola dan merasa aman.
- Ajak ngobrol selama memijat: Nyanyikan lagu pelan atau ajak bicara dengan nada lembut, ini memperkuat efek bonding dari sentuhan itu sendiri.
- Jangan paksakan durasi panjang: Untuk bayi baru lahir, 5-10 menit sudah cukup, durasinya bisa bertambah seiring bayi makin terbiasa.
Pertanyaan Seputar Infant Massage
Umur berapa bayi boleh mulai dipijat?
Pijat bayi bisa dimulai sejak baru lahir, bahkan setelah tali pusar lepas biasanya orang tua sudah mulai rutin memijat. Yang penting gerakannya lembut dan disesuaikan dengan kondisi bayi.
Berapa lama waktu ideal untuk satu sesi pijat?
Sekitar 10-15 menit sudah cukup untuk pijat seluruh tubuh. Untuk bayi baru lahir, mulai dari 5 menit dulu supaya dia terbiasa dengan sentuhan.
Apakah boleh memijat bayi setiap hari?
Boleh, bahkan pijat rutin harian bisa membantu bayi tidur lebih nyenyak. Tapi kalau Bunda merasa belum sempat tiap hari, 3-4 kali seminggu juga sudah memberi manfaat.
Bolehkah pakai minyak zaitun atau minyak telon biasa?
Boleh, tapi pastikan produk yang dipakai memang diformulasikan untuk kulit bayi, bebas pewangi keras dan bahan iritan seperti SLS. Lotion dengan tekstur ringan biasanya lebih nyaman karena tidak terlalu licin atau lengket.
Apa tandanya bayi tidak nyaman saat dipijat?
Perhatikan kalau bayi menangis, badannya kaku, memalingkan wajah, atau mendorong tangan Bunda menjauh. Kalau muncul tanda-tanda ini, hentikan sesi dan coba lagi di lain waktu dengan suasana yang lebih tenang.
Jadikan Pijat Bayi Ritual Kebersamaan, Bukan Sekadar Tugas Harian
Infant massage sebenarnya bukan cuma soal teknik yang tepat atau produk yang dipakai, tapi tentang meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama si kecil. Setiap usapan lembut di kaki, tangan, atau punggungnya adalah cara Bunda bilang “aku di sini, aku sayang kamu” tanpa perlu kata-kata. Jadikan momen ini rutinitas yang dinanti, bukan checklist yang harus diselesaikan, karena pada akhirnya, kedekatan yang terbangun dari sentuhan sehari-hari inilah yang akan diingat bayi jauh melampaui manfaat fisiknya.
Ingin memberikan perawatan kulit terbaik untuk si kecil? Coba Moell Body Lotion dan Moell Body Wash yang microbiome-friendly dan bebas SLS.







