Moell.co.id – Melihat si kecil dipenuhi bintil-bintil merah berisi cairan sambil terus berusaha menggaruk, rasanya Bunda ikut gatal sekaligus khawatir: gimana kalau lecet, infeksi, atau berbekas permanen? Rasa gatal memang bagian paling menyiksa dari cacar air, apalagi untuk anak-anak yang belum bisa menahan diri untuk tidak menggaruk.
Tenang, Bunda. Ada banyak cara aman untuk meredakan gatalnya. Yuk, pahami cara mengatasi gatal Cacar air pada anak, perawatan agar cepat kering, dan tips mencegah bekas luka.
Kenapa Cacar Air Terasa Sangat Gatal?
Cacar air disebabkan virus Varicella-zoster yang memicu munculnya ruam berisi cairan di seluruh tubuh. Saat tubuh melawan virus, sistem imun melepaskan histamin dan zat peradangan lain di kulit, dan inilah yang menimbulkan rasa gatal intens. Bintil-bintil biasanya muncul bergelombang selama 3-5 hari, mulai dari badan lalu menyebar ke wajah, kulit kepala, hingga tangan dan kaki, sehingga rasa gatalnya bisa berlangsung sekitar satu minggu sampai semua bintil mengering.
Cara Mengatasi Gatal cacar air pada Anak
1. Mandi Air Hangat Suam-suam Kuku Secara Rutin
Berlawanan dengan mitos lama yang melarang mandi, anak cacar air justru dianjurkan tetap mandi untuk menjaga kulit bersih dan meredakan gatal. Gunakan air suam-suam kuku, sabun yang sangat lembut, dan jangan menggosok kulit, cukup usap perlahan lalu tepuk-tepuk kering dengan handuk bersih.
2. Mandi Oatmeal
Oatmeal koloid (colloidal oatmeal) yang dilarutkan ke air mandi terbukti membantu menenangkan kulit gatal. Kalau tidak ada produk khusus, oatmeal biasa yang dihaluskan dan dibungkus kain tipis lalu direndam di bak mandi juga bisa jadi alternatif.
3. Oleskan Losion Calamine
Losion calamine memberi sensasi dingin yang meredakan gatal dan membantu mengeringkan bintil. Oleskan tipis dengan kapas di area yang gatal, hindari area mata, mulut, dan bintil yang sudah pecah menjadi luka terbuka.
4. Kompres Dingin
Untuk area yang gatalnya paling intens, tempelkan waslap bersih yang dibasahi air dingin selama beberapa menit. Bisa diulang sesering yang dibutuhkan dan aman untuk segala usia.
5. Antihistamin Sesuai Resep Dokter
Kalau gatal sampai membuat anak tidak bisa tidur, dokter bisa meresepkan antihistamin seperti cetirizine sesuai usia dan berat badan. Jangan memberikan obat apa pun tanpa konsultasi, dan khusus cacar air, jangan pernah memberikan aspirin pada anak karena berisiko komplikasi serius.
Cegah Garukan, Cegah Bekas Luka
- Potong pendek kuku anak dan kikir ujungnya agar tidak tajam.
- Pakaikan sarung tangan katun saat tidur, waktu ketika garukan paling sering terjadi tanpa sadar.
- Kenakan pakaian longgar berbahan katun yang lembut agar tidak menggesek bintil.
- Jaga tangan anak tetap sibuk dengan aktivitas ringan seperti membaca buku atau menonton sambil didampingi.
- Jaga suhu ruangan tetap sejuk, karena gerah dan berkeringat memperparah rasa gatal.
- Ajari menepuk, bukan menggaruk: untuk anak yang lebih besar, menepuk-nepuk area gatal memberi rasa lega tanpa melukai kulit.
Perawatan Pendukung Selama Cacar Air
- Istirahat cukup: tubuh butuh energi untuk melawan virus.
- Perbanyak cairan: air putih, sup, atau ASI untuk bayi, demam dan ruam membuat kebutuhan cairan meningkat.
- Makanan lembut dan tidak asam: penting jika ada bintil di dalam mulut yang membuat nyeri saat makan.
- Paracetamol untuk demam: sesuai dosis anjuran dokter, dan sekali lagi, hindari aspirin sepenuhnya.
- Isolasi sementara: cacar air sangat menular sejak 1-2 hari sebelum ruam muncul sampai semua bintil mengering, jadi anak sebaiknya di rumah dulu selama masa itu, biasanya sekitar satu minggu.
Fase Penyembuhan dan Perawatan Bekasnya
Bintil cacar air biasanya mengering dan menjadi koreng dalam 5-7 hari, lalu koreng lepas sendiri dalam 1-2 minggu. Biarkan koreng lepas alami, jangan dikelupas, karena mengelupas paksa adalah penyebab utama bekas cekung permanen. Setelah semua koreng lepas, bantu pemulihan kulit dengan menjaga kelembapannya memakai lotion yang lembut, dan lindungi kulit baru yang masih sensitif dari paparan matahari langsung agar bekas kemerahan tidak menggelap. Tips menjaga kesehatan lapisan kulit si kecil ada di artikel cara merawat Skin Barrier bayi.
Melindungi Anggota Keluarga Lain di Rumah
Karena cacar air sangat menular, perhatikan juga anggota keluarga lain: pisahkan handuk, pakaian, dan alat makan anak yang sakit, rajin cuci tangan setelah merawatnya, dan waspadai anggota keluarga yang belum pernah cacar air atau belum divaksin, terutama ibu hamil, bayi newborn, dan lansia, karena cacar air pada kelompok ini berisiko lebih berat. Kalau ada anggota keluarga berisiko tinggi yang terpapar, segera konsultasikan ke dokter karena ada penanganan pencegahan yang bisa diberikan dalam waktu tertentu setelah paparan.
Kapan Harus ke Dokter?
- Bayi di bawah 1 tahun terkena cacar air, karena risikonya lebih tinggi di usia ini.
- Demam tinggi lebih dari 4 hari atau demam yang kembali setelah sempat turun.
- Bintil bernanah, sangat merah, hangat, atau nyeri: tanda infeksi bakteri sekunder.
- Anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau sesak napas.
- Bintil di area mata yang berisiko mengganggu penglihatan.
- Anak dengan daya tahan tubuh lemah atau kondisi medis tertentu, segera konsultasi sejak awal terdiagnosis.
Kalau ruam yang muncul ternyata bukan cacar air melainkan gatal-gatal biasa atau kondisi kulit lain, Bunda bisa membandingkannya lewat artikel cara mengatasi gatal pada Kulit anak.
Tanya Jawab Seputar Gatal Cacar Air
Berapa lama gatal cacar air berlangsung?
Rasa gatal paling intens di 3-5 hari pertama saat bintil masih berisi cairan, lalu mereda seiring bintil mengering, total sekitar satu minggu.
Apakah anak cacar air boleh mandi?
Boleh dan dianjurkan. Mandi air suam-suam kuku dengan sabun lembut menjaga kulit bersih dan membantu meredakan gatal. Yang dihindari adalah menggosok kulit.
Bolehkah memakai bedak untuk cacar air?
Losion calamine lebih disarankan dibanding bedak tabur, karena bedak berisiko terhirup dan bisa menempel di bintil yang pecah.
Bagaimana agar cacar air tidak berbekas?
Kuncinya satu: jangan sampai digaruk dan jangan mengelupas koreng. Sisanya, jaga kelembapan kulit dan lindungi dari matahari selama masa pemulihan.
Apakah cacar air bisa dicegah?
Bisa, dengan vaksin varicella yang bisa didiskusikan jadwalnya dengan dokter anak. Anak yang sudah divaksin pun kalau tertular biasanya gejalanya jauh lebih ringan.
Sabar Sedikit, Kulit Mulus Kembali
Cacar air memang membuat beberapa hari terasa panjang, tapi dengan penanganan gatal yang tepat, kesabaran menjaga tangan mungil dari menggaruk, dan perawatan kulit pasca sembuh, si kecil bisa melewatinya tanpa bekas yang berarti. Setelah sembuh, tubuhnya pun umumnya membentuk kekebalan seumur hidup, satu lagi babak tumbuh kembang yang berhasil ia lewati dengan baik.
Untuk membantu menenangkan kulit si kecil dan menjaga kelembapannya selama masa pemulihan, Bunda bisa coba Moell Calming Rub dan Moell Body Lotion yang lembut untuk kulit sensitif: Moell Calming Rub dan Moell Body Lotion.







